dia datang diatas awan

Pengelolatempat wisata negeri di atas awan Sukmadi mengatakan, jumlah pengunjung akhir pakan ini melebihi kunjungan pada pekan-pekan sebelumnya, ditandai dengan muncul macet beberapa kilometer sebelum puncak. Sambungnya, para pengunjung yang penasaran dengan panorama hamparan negeri di atas awan mulai berdatangan sejak Jumat (20/9/2019) malam. PenampilanKahitna dalam konser bertajuk Undian Tabungan Sutera dan Sutera Emas Bank BPD DIY di Gedung Olahraga (GOR) UNY, Sabtu (23/3/2019) malam. Lirik Lagu Merenda Kasih Kahitna. Saat bintang datang. Tampak jelas di awan. Inginku menggapai kejora. Kan kupeluk sungguh. Menghapus duka di diri. Tiada lelah ku. Saatitu, nubuat dalam Kitab Wahyu akan benar-benar digenapi: 'Lihatlah, Dia datang dengan awan-awan; dan setiap mata akan melihat-Nya, juga mereka yang menikam Dia: dan semua orang di bumi akan meratap karena Dia' (Wahyu 1:7). Ketika Tuhan menampakkan diri secara terbuka, mereka yang menolak untuk menerima pekerjaan Tuhan pada akhir zaman dan menentang Tuhan akan tertegun, sebab mereka akan melihat bahwa Tuhan Yang Mahakuasa yang mereka tolak justru adalah Tuhan Yesus yang datang kembali. diadatang di atas awan tampil bersinar, surya kebenaran angkat suara, ini tahun yobel dari bukit sion kes'lamatan datang bridge : yang telah ada yang ada, yang 'kan datang yang telah ada yang ada, yang 'kan datang inilah zaman yehezkiel tulang kering dihidupkan dan inilah zaman hamba-mu daud bait pujian dipulihkan dan inilah zaman tuaian besar Diatidak datang ke antara orang-orang yang mendambakan kedatangan-Nya kembali, dan Dia tidak menampakkan diri kepada semua orang sembari menaiki awan putih. Dia sudah datang, tetapi manusia tidak mengenali-Nya, dan tetap tidak mengetahui tentang Dia. Manusia sekadar menantikan-Nya tanpa tujuan, tanpa menyadari bahwa Dia telah turun di atas 'awan putih' (awan itu adalah Roh-Nya, perkataan-Nya, seluruh watak-Nya dan seluruh keberadaan-Nya), dan kini Dia berada di antara sekelompok pemenang Badische Zeitung Bekanntschaften Sie Sucht Ihn. Aku membuka buku itu dan tanpa sengaja melihat sebuah perikop "Semua orang yang diselamatkan oleh kasih karunia Yesus Kristus selama Zaman Kasih Karunia menanti-nantikan datangnya hari penuh sukacita pada akhir zaman, saat Yesus Sang Juruselamat turun di atas awan putih untuk menampakkan diri di hadapan semua manusia. Tentu saja, ini juga keinginan semua orang yang menerima nama Yesus Sang Juruselamat saat ini. Semua orang di alam semesta yang mengenal keselamatan dari Yesus Sang Juruselamat sangat mendambakan agar Yesus Kristus tiba-tiba datang untuk menggenapi hal yang dikatakan-Nya semasa berada di bumi 'Aku akan datang dengan cara yang sama seperti Aku pergi.' Manusia percaya bahwa setelah penyaliban dan kebangkitan, Yesus kembali ke surga di atas awan putih, untuk mengambil tempat-Nya di sebelah kanan Yang Mahatinggi. Dengan cara serupa, Yesus akan turun sekali lagi di atas awan putih awan ini mengacu pada awan yang dinaiki Yesus sewaktu Dia kembali ke surga, ke antara orang-orang yang sangat mendambakan-Nya selama ribuan tahun, dan Dia akan mengambil rupa dan mengenakan pakaian orang Yahudi. Setelah menampakkan diri kepada manusia, Dia akan memberikan makanan kepada mereka, dan membuat air hidup menyembur bagi mereka, dan akan hidup di antara manusia, penuh kasih karunia dan penuh kasih, hidup dan nyata. Orang memercayai semua gagasan ini. Namun, Yesus Sang Juruselamat tidak melakukan hal ini; Dia melakukan hal yang bertentangan dengan pemahaman manusia. Dia tidak datang ke antara orang-orang yang mendambakan kedatangan-Nya kembali, dan Dia tidak menampakkan diri kepada semua orang sembari menaiki awan putih. Dia sudah datang, tetapi manusia tidak mengenali-Nya, dan tetap tidak mengetahui tentang Dia. Manusia sekadar menantikan-Nya tanpa tujuan ...." Setelah membacanya, perikop ini benar-benar menyentuh hatiku. Aku merasakan kata-kata ini semuanya menusukku sampai ke inti keberadaanku. Selama bertahun-tahun dalam imanku kepada Tuhan, aku telah menanti dan merindukan Tuhan datang kembali seperti ini. Aku juga merasakan firman ini yang dapat mengungkapkan situasi manusiawi kita dalam menantikan kedatangan Tuhan bukanlah kata-kata yang bisa dipikirkan oleh siapa saja. Jadi aku berpikir, "Mungkinkah Tuhan benar-benar sudah datang kembali? Mungkinkah Dia telah menyatakan firman dan melakukan satu tahap penghakiman?" Tetapi kemudian aku ingat bahwa Alkitab dengan jelas mengatakan bahwa Tuhan akan datang dengan awan-awan. Jadi aku tetap merasa bingung tentang hal ini. Dua hari kemudian Saudari Huang datang lagi, dengan didampingi oleh Saudari Tang. Mereka bertanya padaku dengan khawatir "Saudari Li, apakah kamu sudah membaca buku itu?" Aku menjawab "Ya, sudah. Tetapi aku masih merasa bingung. Kamu mengatakan Tuhan telah datang kembali. Tetapi Alkitab dengan jelas menyatakan bahwa Tuhan akan datang dengan awan-awan, bagaimana kamu menjelaskan hal itu?" Saudari Huang menjelaskan padaku dalam persekutuan "Ketika menyangkut masalah kedatangan Tuhan kembali di atas awan, kita tidak dapat mengandalkan gagasan kita untuk menafsirkannya. Sebenarnya, ada misteri yang mendalam dalam hal ini. Marilah kita membaca satu bagian dari firman Tuhan. Tuhan berkata 'Yesus berkata bahwa Dia akan datang sebagaimana Dia telah pergi, tetapi apakah engkau tahu betul makna perkataan-Nya yang sesungguhnya? Mungkinkah Dia telah mengatakan maknanya kepada kelompokmu ini? Engkau memang tahu bahwa Dia akan datang sebagaimana Dia telah pergi, yakni menaiki suatu awan, tetapi apakah engkau tahu persis bagaimana Tuhan itu sendiri melakukan pekerjaan-Nya? Jika engkau betul-betul dapat mengerti, bagaimana perkataan Yesus dijelaskan? Dia berkata Kapan Anak Manusia datang pada akhir zaman, Dia sendiri tidak tahu, para malaikat tidak tahu, para utusan di surga tidak tahu, apalagi manusia. Hanya Bapa sendiri, yaitu, hanya Roh yang tahu. Bahkan Anak Manusia sendiri pun tidak mengetahuinya, tetapi engkau malah dapat melihat dan mengetahuinya? Jika engkau mampu mengetahui dan melihat dengan matamu sendiri, bukankah sia-sia saja ucapan tersebut?'" Setelah selesai membaca, dia melanjutkan dengan mengatakan "Dari firman ini kita dapat melihat bahwa semua firman Tuhan adalah misteri, sehingga kita tidak dapat menjelaskan dan menetapkan cara bagi Tuhan untuk datang kembali hanya berdasarkan makna harfiahnya. Jika firman digenapi sesuai dengan makna harfiahnya, bukankah banyak firman lain yang diucapkan oleh Tuhan akan sia-sia? Faktanya, ada banyak nubuat dalam Alkitab tentang kedatangan Tuhan. Jika kita hanya berpegang pada nubuat bahwa Tuhan akan turun dengan awan-awan tetapi tidak mencari dan menyelidiki nubuat lain yang diucapkan oleh Tuhan, ini akan memudahkan kita memiliki pemahaman sepihak. Orang-orang yang cermat dapat menemukan bahwa sebenarnya bukan hanya nubuat 'turun dengan awan-awan' yang ada di dalam Alkitab. Ada juga banyak nubuat seperti itu bahwa Tuhan akan datang bagaikan pencuri dan turun secara diam-diam. Misalnya, Wahyu 1615, "Lihatlah, Aku datang bagaikan pencuri." Matius 256, "Dan di saat tengah malam ada suara seruan terdengar, Lihatlah, Mempelai laki-laki itu datang; keluarlah dan jumpai Dia." Wahyu 320, "Lihatlah, Aku berdiri di pintu dan mengetuk kalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membuka pintu itu, Aku akan datang masuk kepadanya, dan bersantap dengannya, dia bersama-Ku." Semua nubuat ini menyebut Tuhan menjadi daging sebagai Anak Manusia dan turun secara diam-diam. "bagaikan pencuri" berarti datang dengan tenang, secara diam-diam. Sama seperti ketika Tuhan Yesus menampakkan diri dan melakukan pekerjaan-Nya selama inkarnasi-Nya sebagai Anak Manusia, secara lahiriah, Tuhan Yesus hanyalah Anak Manusia biasa dan tidak seorang pun tahu Dia adalah Tuhan, itulah sebabnya Tuhan Yesus menggunakan "bagaikan pencuri" sebagai analogi untuk penampakan dan pekerjaan Anak Manusia. Mereka yang tidak mencintai kebenaran, tidak peduli bagaimana Tuhan dalam daging berbicara atau bekerja, atau berapa banyak kebenaran yang Dia ungkapkan, mereka tidak menerima Dia. Sebaliknya, mereka memperlakukan Tuhan dalam daging sebagai orang biasa dan mengutuk serta meninggalkan-Nya. Itulah sebabnya Tuhan Yesus bernubuat "Karena sama seperti kilat yang memancar dari satu bagian di bawah langit, bersinar sampai ke bagian lain di bawah langit; demikian juga Anak Manusia saat hari kedatangan-Nya tiba. Tetapi pertama-tama Dia harus mengalami berbagai penderitaan dan ditolak oleh generasi ini" Lukas 1724-25. Kita tahu bahwa Tuhan itu setia, jadi firman-Nya pasti akan tergenapi. Jika kita selalu berpegang pada nubuat bahwa Tuhan akan turun di atas awan, lalu bagaimana firman Tuhan ini akan digenapi?" Setelah itu, Saudari Tang menambahkan "Ya, Saudari Li, sekarang Tuhan telah berinkarnasi dan diam-diam turun di antara kita. Dia mengungkapkan kebenaran dan melaksanakan pekerjaan penghakiman yang dimulai dari rumah Tuhan. Semua orang, yang menerima pekerjaan penghakiman dan hajaran Tuhan pada akhir zaman, yang watak rusaknya disucikan, dan yang mencapai transformasi dalam watak hidup mereka, adalah kelompok pemenang yang dijadikan oleh Tuhan sebelum bencana. Setelah Tuhan menjadikan para pemenang ini, pekerjaan besar-Nya akan lengkap. Baru setelah itulah Tuhan akan muncul secara terbuka di hadapan semua orang. Yaitu, pertama-tama Tuhan menjadi manusia dan diam-diam turun di antara kita untuk melakukan pekerjaan-Nya, dan setelah menyelesaikan pekerjaan-Nya untuk menyelamatkan umat manusia, Dia akan secara terbuka turun untuk menampakkan diri kepada seluruh negara dan bangsa, dan memperkenankan mereka untuk melihat-Nya. Tetapi tidak peduli bagaimana Tuhan datang, hikmat-Nya terdapat di dalamnya. Kita hanyalah manusia yang rusak, sehingga kita tidak dapat mengandalkan gagasan kita dengan menegaskan bahwa Tuhan pasti akan datang dengan awan-awan ketika Dia datang kembali. Kalau tidak, ini akan memudahkan kita untuk kehilangan keselamatan Tuhan di akhir zaman. Tuhan Yang Mahakuasa berfirman 'Saat engkau menyaksikan Yesus turun dari surga, saat itu jugalah engkau turun ke neraka untuk dihukum. Itu akan menjadi saat berakhirnya rencana pengelolaan Tuhan dan menjadi saat ketika Tuhan memberi upah kepada yang baik dan menghukum yang jahat. Karena penghakiman Tuhan sudah akan berakhir sebelum manusia melihat tanda-tanda, pada saat hanya ada pengungkapan kebenaran. Mereka yang menerima kebenaran dan tidak mencari tanda-tanda, sehingga mereka disucikan, akan kembali ke hadapan takhta Tuhan dan masuk ke dalam pelukan Sang Pencipta. Hanya mereka yang bersikeras percaya bahwa "Yesus yang tidak datang kembali di atas awan putih adalah Kristus palsu" akan menerima hukuman abadi, karena mereka hanya percaya kepada Yesus yang menunjukkan tanda-tanda, tetapi tidak mengakui Yesus yang menyatakan penghakiman yang berat dan menunjukkan jalan kehidupan sejati. Jadi, hanya dengan cara itulah Yesus membereskan mereka pada saat Dia secara terbuka datang kembali di atas awan putih.' Dari firman Tuhan kita melihat bahwa ketika kita melihat Tuhan menampakkan diri kepada segenap umat manusia di depan banyak orang, pekerjaan-Nya akan berakhir. Mereka yang menerima pekerjaan Tuhan di akhir zaman semuanya datang kembali di hadapan Tuhan, sementara mereka yang menolak dan mengutuk Tuhan akan menerima hukuman yang setimpal. Saat itu, nubuat dalam Kitab Wahyu akan benar-benar digenapi 'Lihatlah, Dia datang dengan awan-awan; dan setiap mata akan melihat-Nya, juga mereka yang menikam Dia dan semua orang di bumi akan meratap karena Dia' Wahyu 17. Ketika Tuhan menampakkan diri secara terbuka, mereka yang menolak untuk menerima pekerjaan Tuhan pada akhir zaman dan menentang Tuhan akan tertegun, sebab mereka akan melihat bahwa Tuhan Yang Mahakuasa yang mereka tolak justru adalah Tuhan Yesus yang datang kembali. Dengan demikian, bagaimana mungkin mereka tidak menangis dan menggertakkan gigi mereka? Saudari, apakah kamu dapat menerima persekutuan ini?" Saat itu, aku merasa sedih dan menyesal. Jadi aku menjawab, merasa sedikit malu, "Kamu bicara dengan sangat jelas. Aku bisa menerimanya. Baru sekarang aku memahami bahwa ketika Tuhan datang kembali, pertama-tama Dia akan berinkarnasi sebagai Anak Manusia dan turun secara diam-diam di antara manusia untuk melakukan pekerjaan menghakimi dan mentahirkan manusia. Dan setelah menjadikan sekelompok pemenang, Tuhan akan secara terbuka menampakkan diri di hadapan semua orang. Itulah waktu ketika Tuhan menghukum semua orang yang menolak pekerjaan-Nya. Aku terlalu bebal. Dengan keras kepala aku berpegang teguh pada pemahamanku sendiri dan menegaskan bahwa Yesus akan turun ke atas awan putih, jadi aku tidak menerima Dia yang tidak datang dengan cara ini. Karenanya, aku menutup pintu bagi Tuhan Yesus yang telah datang dan hampir kehilangan keselamatan Tuhan di akhir zaman." Setelah itu, mereka menyampaikan padaku tentang tiga tahap pekerjaan Tuhan, inkarnasi, misteri nama Tuhan dan aspek-aspek kebenaran lainnya. Dan mereka banyak membaca firman Tuhan Yang Mahakuasa, yang memecahkan banyak masalah dan kesulitanku. Setelah masa penyelidikan dan pencarian, aku memahami banyak kebenaran yang belum pernah kudengar sebelumnya di gerejaku; kondisiku makin lama makin baik, serta damai sejahtera dan sukacita memenuhi hatiku. Jadi aku menjadi yakin bahwa Tuhan Yang Mahakuasa adalah Tuhan Yesus yang datang kembali. Tahun-tahun ini ketika Tuhan mengetuk pintuku melalui saudara-saudari yang memberitakan Injil padaku dari waktu ke waktu, dengan keras kepala aku berpegang teguh pada gagasanku dan menolak mereka berulang kali. Hatiku benar-benar terlalu kaku! Memikirkan hal ini, aku sungguh-sungguh bertobat dalam hatiku dan tidak tahan untuk berlutut dan berdoa di hadapan Tuhan, "Ya Tuhan! Aku mengandalkan gagasan dan imajinasiku sendiri dalam menafsirkan kedatanganmu tetapi tidak mencari kebenaran. Aku benar-benar terlalu sombong. Namun Engkau tidak meninggalkan aku. Setelah sembilan tahun, Engkau membangkitkan hatiku melalui saudari yang memberitakan Injil padaku. Ya Tuhan, aku hanya ingin menghabiskan sisa hidupku untuk membalas kembali kasih-Mu padaku." Tamat. Bacaan Diperpanjang Memahami misteri menyambut kedatangan Tuhan "Diatas Awan" I Tempat wisata alam memang dapat jadi destinasi favorit untuk relaksasi atau sekedar mengagumi keindahannya. Bagi banyak orang wisata alam yang unik adalah tempat yang mampu memberikan gambaran fantasi tapi ada di dunia nyata. Sensasi berada di negeri di atas awan adalah salah satu alasan banyak objek wisata alam dataran tinggi sangat populer untungnya memiliki banyak tempat wisata negeri di atas awan ini karena memiliki banyak pegunungan. Bagi Anda yang tertarik untuk mengunjungi tempat seperti ini, Berikut adalah wisata di atas awan yang paling epik1. Dataran Tinggi Lolai2. Desa Mamullu3. Kebun Buah Mangunan4. Daerah Wisata Batutumonga5. Puncak B 296. Bukit Banyon7. Buntu Liarra8. Gunung Andong9. Pura Lempuyang Luhur10. Gunung Prau1. Dataran Tinggi wisata negeri di atas awan yang pertama adalah Dataran Tinggi Lolai. Lokasi wisata alam ini terletak di Sulawesi Selatan tepatnya di Kampung Lolai. Kampung Lolai terletak di pegunungan yang memiliki ketinggian Meter di atas permukaan laut. Di ketinggian ini, Anda sudah dapat merasakan udara dingin dan pemandangan yang dihiasi awan. Anda tidak lagi mampu melihat dataran di kaki gunung jika sudah di puncak karena sudah tertutup hamparan awan putih. Daya tarik lautan awan ini makin terlihat jika Anda datang ke sini pada pukul dini hari. Cahaya sunrise yang terpantul awan membuat pemandangan menjadi menakjubkan. Cahaya orange dan semburat jingga akan memanjakan mata Anda. Untuk memaksimalkan wisata ke tempat ini sangat dianjurkan untuk menginap dengan cara membuat tenda di puncak gunung. Tapi bagi yang hanya ingin santai – santai, Anda bisa kunjungi Tongkrongan Lempe yang berupa tempat dengan teras di atas gunung. Di tempat ini Anda bisa duduk – duduk sambil menikmati segelas kopi Wisata Bahari Tapanuli TengahSeven Summit Pegunungan Nongkojajar Pasuruan2. Desa Anda ingin mengunjungi tempat wisata negeri di atas awan yang masih liar, Anda bisa coba daerah wisata Desa Mamullu. Mamulu ini berada di Sulawesi Barat tepatnya di Kampung Pakem, Kecamatan Pana, Mamasa. Daerah pegunungan di desa ini selalu diselimuti kabut dan embun. Tapi jika Anda datang di saat suasana cerah, Anda akan melihat gulungan – gulungan awan yang menyejukan. Pemandangan indah ini sayangnya masih sulit dinikmati maksimal. Daerah wisata ini masih kurang fasilitas dan tergolong masih agak liar. Jika Anda ke sini pastikan untuk membawa perlengkapan yang lengkap. Pastikan juga untuk hati – hati selama perjalanan ke atas perbukitan. Jalan yang ada di sini belum dibangun jadi masih berupa tanah dan jalan liar. Hanya kendaraan offroad saja yang mungkin mudah melalui area mendaki ini. Tapi setelah melewati perjalanan ini, Anda akan dihadiahi pemandangan yang membuat usaha mendaki Kebun Buah MangunanKebun Buah MangunanKebun Buah Mangunan ini terletak di dataran tinggi Imogiri, Yogyakarta. Destinasi wisata ini cukup populer di kalangan anak muda pecinta Alam. Panorama keindahan alam seperti bukit, lembah, sungai dan hutan selalu dihiasi oleh kabut awan yang bergulung. Jika Anda menuju ke puncak pada pagi hari, Anda akan melihat kabut di bawah yang tampak seperti kapas. Pemandangan inilah yang membuat orang menjuluki kebun ini sebagai negeri di atas awan. Karena pemandangan unik ini, tidak jarang fotografer berdatangan dari berbagai tempat untuk mengambil gambar model di sini. Sebagai wisata kebun, di sini Anda juga bisa menikmati membeli buah langsung dari pohonnya. Anda bahkan bisa memanjat dan memetik sendiri jika mau. Untuk kebutuhan memetik ini Anda akan ditemani dengan guide untuk menyusuri kebun Daerah Wisata datang ke tanah Toraja, Anda tentu tidak boleh melewatkan kesempatan untuk datang ke Batutumonga. Daerah wisata ini terletak di lereng Gunung Sesean yang bisa ditempuh 90 menit perjalanan dengan kendaraan bermotor dari Rantepao, Batutumonga. Selama perjalanan Anda akan disambut dengan kesejukan udara, pemandangan hamparan sawah dan hutan serta pengalaman mendaki medan gunung. Setelah sampai di atas Anda akan terpukau dengan keindahan gulungan awan di sini. Awan di sini bergerak cepat seakan – akan seperti ombak laut. Wisatawan yang datang untuk mencari pengalaman negeri di atas awan tidak akan kecewa melihat pemandangan Puncak B B 29 ini juga disebut dengan nama Puncak Songolikur dalam bahasa Jawa. Puncak ini berada di Desa Argosari, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang. Untuk datang ke sini lebih mudah karena sudah dikelola jalannya. Bagi backpacker, menyewa ojek dari Terminal Minak Koncar ke arah desa. Nah, dari desa Argosari, Anda harus mendaki dengan jalan kaki untuk sampai ke puncak. Setelah sampai di atas, Anda akan disambut udara dingin pegunungan. Jika sedang benar – benar dingin, suhu di puncak ini bisa mencapai 5 derajat Celcius, lho. Bagi yang tidak kuat dingin harap membawa jaket tebal. Untuk memaksimalkan pemandangan yang akan dinikmati, sangat disarankan untuk datang sebelum matahari terbit. Efek sunrise akan menambah efek menakjubkan gulungan awan di atas puncak ini. Untuk salah satu pilihan wisata negeri di atas awan, Puncak B 29 tidak akan Bukit tempat berikutnya adalah Bukit Banyon. Bukit ini terletak di perbatasan Desa Widoro dan Karanganyar, Kecamatan Gandung Sari, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur. Jika Anda mau datang ke sini, Anda harus siap kendaraan pribadi. Mendaki dari bawah ke atas tidak ada kendaraan umumnya, jadi mau tak mau harus berjalan kaki jika Anda seorang backpacker. Tapi perjalanan ini akan memuaskan karena di puncak Bukit Banyon, Anda akan disambut oleh gulungan panorama awan yang tebal. Efek pesona bagaikan negeri di atas awan ini akan lebih jelas dinikmati pada pagi hari. Jika diperkirakan, efek gulungan awan ini berlangsung cukup lama, yaitu antara jam sampai pagi. Jika di tempat lain, awan sudah hilang saat suhu meningkat setelah sunrise, tapi disini udara dingin mempertahankan kabut dan awan untuk tetap tebal. Hal ini disebabkan karena posisi Bukit Banyon yang ada di ketinggian Meter di atas permukaan Buntu wisata Buntu Liarra ini tergolong baru di daerah Sulawesi Barat. Buntu Lirara masih berada satu daerah dengan Desa Mamullu karena berada di kabupaten Mamasa. Buntu Liarra ini merupakan sudut berbeda dari Desa Mamullu. Jika Desa Mamullu masih liar, daerah wisata yang satu ini sudah lebih terbangun. Tentu bagi yang tidak mau terlalu sulit mendaki, pilihan ini menjadi hal utama dalam memutuskan berkunjung. Di atas lokasi wisata ini Anda bisa melihat gugusan awan putih yang memantulkan cahaya matahari. Hal ini membuat awan – awan terlihat berkilau saat mereka bergerak di udara. Pemandangan paling indah tempat ini bisa dinikmati sekitar pukul 4 sampai 9 pagi untuk sunrise dan pukul 4 sore sampai malam untuk pemandangan sunset. Pengalaman negeri di atas awan ini tentunya unik dan jangan sampai Gunung AndongTribun Jateng – tempat tinggi yang unik berikutnya adalah Gunung Andong. Gunung ini terletak di Magelang, Jawa Tengah. Sebagai objek wisata gunung, tempat ini masih terhitung asri. Pemandangan perbukitan dan hutan di sekitarnya sangat menarik untuk dinikmati. Gunung ini memiliki ketinggian Meter di atas permukaan laut. Banyak orang datang ke sini karena pemandangan kabut dan awannya. Jika angin kencang datang, Anda akan melihat pemandangan awan yang bergulung seperti ombak di atas sini. Untuk datang ke sini, diharapkan Anda mempersiapkan alat mendaki ringan. Jalur mendaki di sini licin karena basah dan lumut. Jangan sampai Anda hanya menggunakan sandal saat datang ke Pura Lempuyang ingin melihat pemandangan negeri di atas awan yang dipadu bangunan Pura tua, Anda bisa coba datang ke Pura Lempuyangan Luhur. Tempat wisata ini terletak di Desa Tista, Kecamatan Abang, Karangasem Bali. Untuk mencapai lokasi ini, Anda harus mendaki Gunung Lempuyangan. Untungnya perjalanan ke sini sudah dipermudah dengan adanya ratusan anak tangga sepanjang rute mendaki. Sesampainya di atas, Anda akan disambut dengan panorama pegunungan dan awan yang indah. Hal lain yang mengagumkan adalah adanya Pura yang menambah pesona tempat ini. Anda bisa ambil foto di antara gerbang pura dengan background awan bergulung serta cahaya sunrise di Gunung wisata negeri di atas awan berikutnya adalah Gunung Prau. Gunung ini terletak di perbatasan 5 kabupaten, yaitu Kabupaten Kendal, Banjarnegara, Batang, Temanggung dan Wonosobo. Hal ini disebabkan ukuran gunung yang besar dan tinggi. Puncak gunung ini berada di ketinggian Meter di atas permukaan laut. Di ketinggian ini Anda hanya akan disambut dengan pemandangan lautan awan di atas puncak. Hal ini untungnya membuat tempat ini lebih unik. Jika Anda datang pada malam hari, posisi awan akan berada di bawah gunung dan memperlihatkan langit yang jernih. Hal ini membuat pemandangan bintang dan gugusan galaksi bisa disaksikan dengan jelas. Jika datang ke sini jangan lupa membawa peralatan kemah, teropong bintang dan juga baju tebal. Di jamin, pengalaman kemah di sini unik dan tidak terlupakan. Sekedar informasi saja, Gunung Prau ini bisa tutup. Penutupan ini dilakukan berkala oleh pemerintah untuk memulihkan ekosistem. Biasanya penutupan berlangsung dari tanggal 5 Januari 11 Tempat terindah di Indonesia untuk merasakan sensasi berada di atas awan Beriklan dengan kami English version Ditulis oleh Imron Ramadhan Kau mainkan untukku, sebuah lagu tentang negeri di awan Di mana kedamaian, menjadi istananya… Buat generasi 90an, sepenggal bait lagu Negeri di Awan yang dinyanyikan Katon Bagaskara tersebut tentu sudah nggak asing lagi. Ya, lagu yang sempat ngehits itu menggambarkan betapa indah dan damainyanya berada di tempat di mana kita bisa menyaksikan lautan awan putih tanpa batas. Nah, beberapa waktu lalu warganet juga sempat dihebohkan dengan sebuah restoran di Jepang yang menjadi viral karena seolah-olah berada di atas awan, yaitu Unkai Terrace. Lihat saja videonya di bawah ini Begitu indah dan menakjubkan, bukan? Untungnya, untuk bisa menyaksikan pemandangan hamparan awan sedahsyat itu, Anda nggak perlu jauh-jauh pergi ke Jepang, karena di Indonesia pun ada. Baca juga 19 gunung dan jalur pendakian di Indonesia dengan pemandangan paling menakjubkan 13 tempat berhawa sejuk dan dingin di Indonesia dengan berjuta keindahan Dengan biaya yang jauh lebih terjangkau dan keindahan yang nggak kalah ciamik, tempat-tempat di tanah air ini juga menyuguhkan panorama lautan awan dan bisa Anda kunjungi tanpa perlu repot mengurus paspor! 1. Bukan hanya menyajikan buah-buahan Kebun Buah Mangunan, Yogyakarta Terletak di dataran tinggi Imogiri, belakangan ini Kebun Buah Mangunan kian populer sebagai destinasi wisata para wisatawan lokal. Photo Via Linctraveller Panorama perbukitan, lembah, sungai, hutan , awan dan kabut yang tampak dari kebun buah ini begitu mengesankan. Photo Via Ophiesutarli Waktu terbaik untuk mengunjungi tempat ini adalah pagi hari, saat matahari baru muncul dan tampak jelas awan-awan serta kabut yang terlihat seperti hamparan kapas. Indah sekali! Photo Via Sheilatabita,Christellaptr,Rasyidndolor Photo Via Fandi Ryan Saputra Via YouTube Selain menikmati pemandangan alam, pengunjung juga dapat membeli aneka buah-buahan segar yang dipetik langsung dari pohon dengan harga terjangkau. Kebun Buah Mangunan Tiket Masuk Lokasi Mangunan, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Telepon 0274 646 0182 Jam Operasional – Cara ke Sana Dari Kota Yogyakarta, Kebun Buah Mangunan berjarak kurang lebih 30 km melalui rute Ringroad Selatan – Perempatan Terminal Giwangan – Jalan Imogiri Timur – Pertigaan Pasar Imogiri, lalu ambil kiri dan ikuti petunjuk jalan. Bisa dicapai dengan kendaraan pribadi mobil/motor hingga areal parkir. Koordinat di sini. 2. Menyambut sunrise di Bumi Toraja Kampung Lolai, Sulawesi Selatan Sulawesi Selatan tak henti-hentinya memberikan tempat-tempat baru yang menarik untuk dikunjungi, salah satunya adalah Kampung Lolai. Di Kampung Lolai terdapat area pegunungan yang puncaknya bisa dijangkau. Dengan ketinggian mdpl, kita bisa menyaksikan pemandangan yang sangat indah berupa hamparan awan. Photo Via Panorama sunrise merupakan daya tarik dari Kampung Lolai. Sang fajar akan muncul dari balik awan dengan semburat jingga yang terpantul di awan. Jadi, kalau ingin melihatnya, sebaiknya Anda tiba sejak pukul dini hari atau bahkan menginap di tenda/homestay di sekitar puncak. Photo Via Aresjonekson Photo Via Girihanzent Beberapa rumah Tongkonan khas Toraja juga bisa ditemukan di sekitar puncak Lolai. Deretan rumah Tongkonan di kampung ini dinamai Tongkonan Lempe. Dan pengunjung bisa bersantai di terasnya sambil menghangatkan diri dengan secangkir kopi Toraja. Photo Via M_rifqi_achmad Photo Via Alexsarungallo Via Instagram Kampung Lolai Lokasi Kecamatan Kapalapitu, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan Cara ke Sana Berjarak sekitar 20 kilometer dari Rantepao, ibu kota Toraja Utara, untuk ke Lolai pengunjung bisa mengaksesnya menggunakan kendaraan pribadi mobil/motor atau kendaraan umum seperti pete-pete alias angkot dengan ongkos maupun ojek dengan tarif sekitar – sekali jalan. Koordinat di sini 3. Pesona magis yang terpampang nyata Batutumonga, Sulawesi Selatan Rasanya memang rugi kalau ke Toraja hanya singgah di satu tempat saja. Ini dia satu lagi tempat di Toraja di mana Anda bisa menyaksikan pemandangan hamparan awan putih nan dramatis, namanya Batutumonga. Photo Via Cece_chaann Terletak di lereng Gunung Sesean, sekitar 90 menit berkendara dari Rantepao, Batutumonga menawarkan banyak keistimewaan. Mulai dari udara sejuk, atmosfer yang santai, juga panorama spektakuler yang memadukan persawahan, hutan, padang, serta Kota Rantepao di kejauhan. Photo Via Hsbn_marco Dan kalau ingin berlama-lama di sini, ada beberapa penginapan yang bisa Anda pilih. Salah satu yang berada di titik tertinggi adalah Mentirotiku Hotel. Dari depan kamar, terpampang nyata pemandangan yang magis. Photo Via Hsbn_marco Di pagi hari, semburat mentari berwarna kemerahan akan menyambut Anda dengan hamparan awan yang memukau. Jadi males pulang kan kalau begini? Photo Via Atrik3 Photo Via Alexsarungallo Via Deedeedoo22 Photo Via Alantonapa Via Instagram Batutumonga Lokasi Kecamatan Sesean, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan Cara ke Sana Dari Rantepao, Batutumonga dapat dicapai dengan dua cara, yaitu dengan menumpang angkutan umum dari Pasar Bolu atau menggunakan mobil sewaan. Perjalanan menuju Batutumonga membutuhkan waktu 30 menit-1 jam. Kewaspadaan tinggi dibutuhkan karena medan yang ditempuh memiliki tingkat kesulitan cukup tinggi. Selain jalanan yang berkelok dan sempit, hanya seukuran satu mobil, sisi kiri dan kanan jalan berupa jurang menganga. Koordinat di sini. 4. Merengkuh awan dari tepi kolam renang Munduk Moding Plantation, Bali Pernahkah Anda bermimpi untuk dapat merentangkan tangan dan menyentuh langit? Kini impian Anda dapat terwujud. Dari tepi infinity pool sepanjang 18 meter yang terdapat di Munduk Moding Plantation Anda akan berasa seolah-olah sedang berada di sebuah negeri di atas awan. Photo Via Ellchintya Photo Via Aris_19 Membentang di hadapan Anda adalah hamparan awan yang menutupi perkebunan kopi di sekitarnya. Photo Via Dotzsoh Photo Via Curlychua Photo Via Last Minute Detours Via Facebook Dan yang jadi andalan dari vila ini bukan cuma pemandangan spektakulernya saja. Dirancang oleh arsitek kenamaan Bali yang kerap meraih penghargaan, Popo Danes, interior dari akomodasi yang hanya terdiri dari Sembilan vila dan tiga buah suites ini memiliki nuansa tradisional khas Bali yang berpadu apik dengan sentuhan modern. Dari dalam kamar, Anda tinggal melangkah keluar melalui pintu kaca untuk dapat menikmati pemandangan menakjubkan dari perkebunan kopi yang terletak di tengah-tengah rimbunnya pepohonan. Sepertinya tak ada tempat lain yang lebih sempurna untuk menghabiskan waktu bersama pasangan tercinta dalam suasana tenang dan romantis. Munduk Moding Plantation Harga mulai dari per malam Deluxe Suite Lokasi Jalan Raya Asah Gobleg, Banjar Dinas Asa, Desa Gobleg, Kec. Banjar, Buleleng, Bali 81162 Telepon 0361 700 5321 0811 3810 123 Website 5. Memanjatkan permohonan sambil menyaksikan lautan awan Puncak B29, Jawa Timur Awalnya warga setempat menyebut dataran tinggi ini sebagai Puncak Songolikur songolikur dalam Bahasa Jawa berarti 29, namun belakangan lebih populer dengan nama Puncak B29. Di pagi hari, suhu di sini bisa mencapai 5 derajat celcius! Jadi, jika Anda berencana untuk berkunjung ke sini saat sunrise demi menyaksikan hamparan awan, jangan lupa bawa jaket tebal! Photo Via Yayukmadjid Photo Via Nafimoh93 Perjalanan menuju Puncak B29 sendiri termasuk lumayan berliku dan menantang, namun Anda tak akan merasa lelah, karena di kanan kiri disuguhi pemandangan pepohonan hijau yang bikin hati tentram. Photo Via Bagi masyarakat Suku Tengger, Puncak B29 memiliki sejarah penting dalam kepercayaan mereka. Itulah sebabnya setiap hari Jumat Legi, banyak dari mereka yang sengaja ke sana untuk berdoa. Photo Via Travelling_plus Bahkan konon siapapun yang memanjatkan permintaan di Puncak B29, asalkan tulus dari dalam hati, maka bisa terkabul. Tertarik mencobanya? Puncak B29 Tiket Masuk Lokasi Desa Argosari, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur 67254 Cara ke Sana Dari Malang, Anda bisa naik bis di Terminal Arjosari dengan jurusan Bali-Banyuwangi, lalu turun di Terminal Minak Koncar Lumajang tarifnya sekitar Dari Terminal Minak Koncar ada dua pilihan transportasi untuk menuju Desa Argosari. Anda bisa memilih naik mobil L-300 atau menghubungi Pokdarwis Desa Argosari di nomor 0853 3600 6579 untuk dijemput menggunakan ojek Jika membawa mobil sendiri bisa diparkir di Desa ARgosari lalu lanjutkan dengan ojek, namun kalau Anda membawa motor sendiri maka bisa naik terus hingga ke puncak. Koordinat di sini. 6. Panorama spektakuler sepanjang hari Bukit Banyon, Jawa Timur Berkunjung ke bukit di ketinggian mdpl di Kabupaten Trenggalek ini, mata Anda bakal dimanjakan keindahan alam selama 24 jam! Dari matahari terbit, pesona negeri atas awan, pemandangan sunset, sampai malam bermandikan kemilau cahaya semua bisa dinikmati tanpa harus berpindah tempat. Waktu terbaik untuk menyaksikan sunrise adalah sekitar pukul sedangkan panorama negeri atas awan bisa dinikmati antarai pukul hingga pukul kalau malam sebelumnya hujan, pemandangan awannya bakal lebih tebal lagi. Photo Via Im_tohari,Achmad_syafii_m Kalau belum cukup puas, menjelang senja Anda bakal dibuat terpukau oleh sang surya yang beranjak turun ke peraduan. Bagaimana saat malam tiba? Well, di kejauhan lampu dari kawasan pemukiman menyuguhkan daya tarik tersendiri yang memikat. Photo Via Rendy_agastyaga, Jadi, jam berapapun Anda datang pastinya nggak bakalan kecewa deh! Bukit Banyon Lokasi Perbatasan Desa Widoro dan Karanganyar, Kecamatan Gandusari, Kab. Trenggalek, Jawa Timur Cara ke Sana Dari pusat Kota Trenggalek, ambil jalur arah Kecamatan Gandusari-Kampak. Jika sudah menjumpai Pasar Gandusari, belok kiri sekitar 1 km lalu belok ke selatan mengikuti jalanan sampai puncak. Bisa diakses dengan kendaraan pribadi mobil lalu dilanjutkan dengan berjalan kaki atau menyewa motor Koordinat di sini. 7. Berdiri lebih tinggi dari awan Buntu Liarra, Sulawesi Barat Seperti apa ya rasanya menjadi dewa-dewi Yunani yang selalu digambarkan tinggal di kerajaan di atas awan? Kalau penasaran, segera saja meluncur ke Buntu Liarra. Destinasi wisata baru yang tengah viral ini terletak di Mamasa, Sulawesi Barat. Mamasa merupakan kabupaten berada di wilayah pegunungan. Masyarakatnya sering dianggap sebagai orang gunung, karena memang hampir di seluruh batas wilayahnya merupakan dataran tinggi. Berada di puncak pegunungan Liarra dengan hamparan awan yang terlihat lebih rendah dari puncak, membuat Anda seolah berada di atas awan. Photo Via Rojali_blues Gugusan awan putih yang dihiasi pancaran sinar matahari di balik awan melahirkan lanskap alam yang begitu indah dipandang mata. Photo Via Mardianto_demmattayan Sekadar informasi, pemandangan hamparan awan biasanya hanya bisa dinikmati sekitar pukul hingga atau pukul hingga malam hari. Oh ya, karena di sini belum ada fasilitas apa-apa – termasuk tempat sampah – jangan lupa untuk membawa kembali sampah Anda pada saat turun. Kalau bersih kan lebih enak dilihat! Buntu Liarra Lokasi Desa Talimbung, Kecamatan Tanduk Kalua, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat 91366 Cara ke Sana Untuk mencapai Buntu Liarra dibutuhkan waktu sekitar 25 menit dari ibu kota Kabupaten Mamasa dengan menggunakan sepeda motor menuju Desa Balla Peu. Lalu lanjutkan perjalanan dengan trekking menuju puncak Gunung Liarra yang berada di Desa Talimbung sekitar 20 menit. Koordinat di sini. 8. Panorama perbukitan hijau awan putih yang berarak Bukit Panguk Kediwung, Yogyakarta Keindahan pemandangan alam di tempat ini sulit dijelaskan dengan kata-kata. Pokoknya, Anda harus datang sendiri ke sini untuk membuktikannya. Untuk bisa menyaksikan keindahan panorama tersebut, telah dibuat dek dari bambu di mana Anda bisa berfoto-foto. Namun untuk menuju ke atas sana perjalanan yang harus ditempuh lumayan berliku dan melelahkan. Photo Via Sawung_bagas,Tunggalsatuajak Photo Via Fdevena Setibanya di atas, segenap usaha Anda akan terbayar lunas oleh keindahan yang ditawarkan Bukit Panguk Kediwung! Photo Via Mita_oci Photo Via Ihsanudn Bukit Panguk Kediwung, Dlingo Tiket Masuk Motor Mobil Lokasi Kediwung, Mangunan, Dlingo, Bantul, Yogyakarta 55783. Jam Operasional – Cara ke Sana Dari pusat kota Jogja, tempat ini bisa diakses menggunakan mobil atau motor. Pergilah menuju arah Imogiri, lalu dilanjutkan menuju ke Dlingo Kebun Buah Mangunan. Setibanya di Dlingo, Anda dapat bertanya pada warga sekitar arah menuju Kediwung lalu ikuti petunjuk arah yang tersedia. Rutenya termasuk ekstrem, karena Anda akan melalui banyak tanjakan dan turunan. Koordinat di sini. 9. Menyaksikan sunset dari gerbang surga Pura Lempuyang Luhur, Bali Bisa dibilang, di sinilah Anda bisa menyaksikan panorama sunset paling wow di Bali. Berdiri di puncak tertinggi Gunung Lempuyang, untuk menuju ke sini Anda harus mendaki ratusan anak tangga dengan waktu tempuh sekitar 20 menit dari pintu masuk. Setibanya di puncak, Anda akan merasa seolah tengah berada di sebuah negeri di atas awan! Jika udara sedang cerah, view pegunungan, Kota Amlapura, Pantai Amed dan Gunung Agung nan megah pun terlihat jelas. Sungguh keindahan yang sulit digambarkan dengan kata-kata. Photo Via Jordhammond Dan begitu masuk waktu senja, panorama sunset, Gunung Agung, gumpalan awan serta semburat cahaya keemasan tampak laksana mahakarya indah yang terbingkai oleh gapura Candi Bentar. Photo Via _ekasatya,Princejhonz Photo Via Diegotvh Pura Lempuyang Luhur Tiket Masuk Sukarela. Dari area parkir, Anda diwajibkan untuk menggunakan kendaraan antar-jemput khusus untuk memasuki area pura. Ongkos untuk kendaraan tersebut adalah per orang PP. Lokasi Desa Tista, Kecamatan Abang, Karangasem, Bali Cara ke Sana Dari Denpasar, lokasi pura ini dapat dicapai melalui kawasan wisata Candidasa melewati Kota Amlapura menggunakan mobil atau motor dengan waktu tempuh sekitar 2 jam berkendara. Alternatif jalur lainnya adalah melalui Kecamatan Selat Karangasem, melalui Kota Semarapura lalu ambil arah jalan ke Besakih. Koordinat di sini. Jam Operasional – Catatan Anda diwajibkan untuk mengenakan sarung saat memasuki kawasan pura. Jika tidak membawa sarung sendiri, Anda dapat menyewanya di lokasi dengan harga 10. Tempat terbaik menyaksikan Golden Sunrise Gunung Prau, Jawa Tengah Memang, matahari terbit bisa dinikmati di mana saja. Namun semua yang pernah berkunjung ke sini sepakat bahwa sunrise di Gunung Prau termasuk yang paling indah di Indonesia. Photo Via Amronfikri Tak hanya matahari terbit dan tenggelam saja, gunung dengan ketinggian mdpl ini juga menawarkan pemandangan galaksi Bimasakti di malam hari. Kabar baiknya, Gunung Prau termasuk gunung yang cocok didaki oleh pendaki pemula – yang penting siapkan kondisi fisik, pakaian hiking, dan juga persediaan bekal dan obat-obatan, maka Andapun bisa mencapai puncak Gunung Prau dari Dieng selama 2 – 2,5 jam saja. Photo Via Graciellasni Photo Via Liyanzhao_hd Photo Via Damar Trijati Via YouTube Pendakian pun tak terasa membosankan, karena pemandangan yang disajikan benar-benar menawan. Di kanan dan kiri terlihat pertanian masyarakat sekitar yang berada di lereng yang curam. Ingin tahu sesuatu yang keren? Jika Anda mengitari menara yang ada di Gunung Prau, maka Anda telah menginjakkan kaki di 5 kabupaten, yaitu Kabupaten Kendal, Banjarnegara, Wonosobo, Batang, dan Temanggung! Catatan Gunung Prau secara berkala ditutup pada awal tahun untuk pemulihan ekosistem, tepatnya antara tanggal 5 Januari sampai 5 April. Gunung Prau Tiket Masuk Lokasi Dataran Tinggi Dieng, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah 56354. Koordinat di sini. 11. Keelokan yang menghipnotis Bukit Cumbri, Jawa Tengah Tak mengherankan rasanya kalau Bukit Cumbri atau Cumbri Hill menjadi sangat populer di social media. Lihat saja sendiri! Meskipun hanya’ berada di ketinggian 638 mdpl, namun bukit yang berada di pinggiran kota Wonogiri ini mampu menyuguhkan sensasi bak negeri di atas awan. Photo Via Namun untuk menuju ke puncaknya bukan perkara mudah, karena Anda harus trekking dengan medan yang lumayan menantang dan tanjakan curam. Setelah mendaki sekitar satu jam, maka Andapun tiba di sebuah formasi batu unik di atas bukit dan dikelilingi pemandangan serba hijau serta gulungan alam. Photo Via Sitoy__ Photo Via Totok-yogaswara Hal yang paling susah dihindari adalah menahan diri untuk tidak selfie selama pendakian. Pasalnya, setiap sudut Bukit Cumbri adalah keindahan! Bukit Cumbri Lokasi Desa Kepyar, Kecamatan Purwantoro, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah 57695 Telepon 0813 2650 5957 Cara ke Sana Ada beberapa rute yang bisa Anda pilih untuk menuju Bukit Cumbri. Pertama dari Solo melalui rute Solo – Wonogiri – Purwantoro – Desa Biting. Rute yang kedua yakni melalui Madiun – Ponogoro – Sampung – Pager Ukir. Lalu parkirkan kendaraan mobil/motor di areal parkir yang tersedia, kemudian lanjutkan dengan trekking selama kurang lebih satu jam. Koordinat di sini. Kami sudah membuktikan kan kalau negeri di atas awan’ bukan hanya ada di Jepang saja? Apakah ada rekomendasi tempat lain di Indonesia dengan panorama hamparan awan yang indah? Beriklan dengan kami Travel Writer Mantan editor majalah yang memutuskan untuk berburu sunset. Selain menulis atau bersantai di pantai, dia juga aktif di sebuah LSM non-profit yang misi utamanya adalah memasyarakatkan eco-literacy dengan menghadirkan eco-library bagi anak-anak di seluruh Indonesia. Kita sedang melihat bencana terjadi silih berganti, dan pandemi sedang melanda dunia. Orang percaya telah sangat menantikan Tuhan untuk datang kembali di atas awan dan mengangkat mereka ke langit, untuk menyelamatkan mereka dari dunia yang gelap ini dan dari bencana, dan untuk membawa mereka ke dalam kerajaan surga. Mereka telah menatap ke langit dan berdoa tanpa henti, menantikan untuk melihat Tuhan di atas awan, terus menantikan tanpa henti, takut Tuhan akan datang dan mereka akan jatuh ke dalam bencana. Namun, mereka merasa kecewa karena melihat bahwa bencana telah datang, tetapi mereka masih belum menyambut Tuhan Yesus turun dari langit. Banyak orang yang bertanya-tanya, apakah Tuhan Yesus benar-benar akan datang. Ada yang merasa gelisah, berpikir bahwa mungkin mereka telah dilemparkan ke dalam bencana oleh Tuhan. Merasa tidak berdaya, banyak pendeta mengubah cerita mereka, mengatakan bahwa Tuhan akan datang selama atau setelah bencana. Beberapa orang bahkan berani mengeklaim bahwa Tuhan akan datang pada tahun 2028 atau tahun 2030. Penafsiran Kitab Suci ini bisa membuat orang percaya jatuh ke dalam bencana, tetapi dengan perasaan yakin bahwa semuanya baik-baik saja. Namun, selama apa pun mereka telah beriman atau sekeras apa pun mereka telah bekerja, mereka belum menyambut Tuhan. Kita dapat membayangkan betapa sulitnya hal ini. Orang-orang beriman semua tahu apa yang Alkitab katakan, dan bahwa jatuh ke dalam bencana, meratap dan menggertakkan gigi adalah tanda kehinaan, sedangkan keberhasilan atau kegagalan dalam iman ditentukan dengan menyambut Tuhan sebelum bencana. Lalu, mengapa orang-orang di dunia keagamaan belum menyambut Tuhan, tetapi telah jatuh ke dalam bencana? Mungkinkah Tuhan tidak setia, itulah sebabnya Dia masih belum menampakkan diri? Sama sekali tidak. Kegagalan dunia keagamaan menyambut Tuhan bukan berarti Dia belum datang kembali. Sebenarnya, Dia sudah lama datang kembali dalam daging, menampakkan diri dan bekerja sebagai Anak manusia. Banyak orang dari semua denominasi telah mendengar suara Tuhan dan menyambut Tuhan. Namun, orang dalam dunia keagamaan yang berpegang teguh pada gagasan bahwa Dia datang di atas awan itu belum menyambut Tuhan. Pada tahun 1991, Kilat dari Timur mulai memberi kesaksian tentang penampakan dan pekerjaan Tuhan Yang Mahakuasa. Itulah kesaksian mereka selama tiga dekade penuh. Tuhan Yang Mahakuasa telah mengungkapkan jutaan firman dan orang-orang dari semua denominasi yang mencintai kebenaran telah membaca firman-Nya, mengenalinya sebagai kebenaran murni, menyadari bahwa mereka sedang mendengar suara Tuhan, dan datang ke hadapan Tuhan Yang Mahakuasa, menyambut Tuhan. Kebenaran yang diungkapkan oleh Tuhan Yang Mahakuasa telah sejak lama dipublikasikan secara online, bersinar dari Timur ke Barat seperti terang besar, menerangi seluruh dunia, yang sepenuhnya menggenapi firman Tuhan Yesus "Karena sama seperti kilat datang dari arah timur dan bersinar ke arah barat, demikianlah kedatangan Anak Manusia kelak" Matius 2427. Penampakan dan pekerjaan Tuhan Yang Mahakuasa telah mengguncangkan seluruh dunia, sementara kekuatan antikristus dunia keagamaan telah menghakimi, mengutuk, dan menentang Kilat dari Timur bahkan tanpa menyelidiki penampakan dan pekerjaan Tuhan. Satu-satunya dasar mereka adalah bahwa setiap Tuhan Yesus yang tidak datang di atas awan adalah palsu, dan Tuhan yang berinkarnasi pasti adalah Kristus palsu. Kita semua bisa melihat bahwa dunia keagamaan tidak menyambut Tuhan, tetapi telah jatuh ke dalam bencana sepenuhnya karena mereka belum mengikuti nubuat Tuhan Yesus untuk menyambut Dia, tetapi telah mengikuti gagasan mereka sendiri, dengan sewenang-wenang memutuskan bahwa Tuhan harus datang kembali di atas awan. Mereka merindukan Tuhan untuk datang dan langsung mengangkat mereka ke dalam kerajaan surga tanpa menerapkan firman Tuhan. Melakukan kesalahan yang mengerikan dalam hal yang sama pentingnya dengan menyambut Tuhan berarti kehilangan kesempatan untuk diangkat, dan mereka akhirnya akan jatuh ke dalam bencana, meratap, dan menggertakkan gigi. Ini menggenapi firman Tuhan "Umat-Ku hancur karena kurangnya pengetahuan" Hosea 46. Untuk mengetahui apakah Tuhan Yesus datang di atas awan atau tidak atau apakah Dia menampakkan diri untuk bekerja sebagai Anak Manusia yang berinkarnasi atau tidak, kita harus terlebih dahulu tenang dan merenungkan dengan serius beberapa nubuat Tuhan Yesus tentang kedatangan-Nya yang kedua kali, dan mungkin mendapati diri kita sangat dicerahkan. Mari kita lihat beberapa ayat. "Karena sama seperti kilat datang dari arah timur dan bersinar ke arah barat, demikianlah kedatangan Anak Manusia kelak" Matius 2427. "Karena sama seperti kilat yang memancar dari satu bagian di bawah langit, bersinar sampai ke bagian lain di bawah langit; demikian juga Anak Manusia saat hari kedatangan-Nya tiba. Tetapi pertama-tama Dia harus mengalami berbagai penderitaan dan ditolak oleh generasi ini" Lukas 1724-25. "Karena itu hendaklah engkau berjaga-jaga sebab Anak Manusia akan datang pada waktu yang tidak engkau duga" Matius 2444. "Sama seperti pada zaman Nuh, begitu juga saat kedatangan Anak Manusia" Matius 2437. "Dan pada tengah malam terdengar teriakan, 'Lihat, mempelai laki-laki datang; keluarlah menyambutnya'" Matius 256. "Jika engkau tidak berjaga-jaga, Aku akan datang kepadamu bagaikan pencuri dan engkau tidak akan tahu kapan waktunya Aku akan datang kepadamu" Wahyu 33. "Lihatlah, Aku datang bagaikan pencuri" Wahyu 1615. "Lihatlah, Aku berdiri di pintu dan mengetuk kalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membuka pintu itu, Aku akan datang masuk kepadanya, dan bersantap dengannya, dia bersama-Ku" Wahyu 320. Jika kita merenungkan ayat-ayat ini dengan saksama, tidak sulit untuk menyadari bahwa nubuat Tuhan tentang kedatangan-Nya kembali selalu menyebut "Anak Manusia", "kedatangan Anak Manusia", "Anak Manusia datang", "Anak Manusia saat hari kedatangan-Nya tiba", "Sama seperti pada zaman Nuh, begitu juga saat kedatangan Anak Manusia". Tuhan Yesus mengatakan "kedatangan Anak Manusia" berkali-kali, yang sangat penting bagi kita untuk menyambut Tuhan pada akhir zaman. Jadi, mengacu pada siapakah "Anak Manusia"? Ini pasti mengacu pada Roh Tuhan yang mengenakan daging sebagai Anak Manusia. Ini sepenuhnya mengacu pada inkarnasi Tuhan. Tuhan juga mengatakan berkali-kali Dia akan datang kembali "bagaikan pencuri". Jadi, apa arti "bagaikan pencuri" ini? Ini berarti Tuhan datang dengan diam-diam, secara rahasia—ketika orang tidak mengetahuinya, Tuhan menjadi daging sebagai Anak manusia, secara diam-diam turun untuk berfirman dan bekerja. Kita dapat yakin bahwa kedatangan Tuhan pada akhir zaman adalah sebagai Anak Manusia, dan itu terjadi sebelum bencana, yaitu, ketika dunia berada pada titik tergelapnya. "Dan pada tengah malam terdengar teriakan, 'Lihat, mempelai laki-laki datang; keluarlah menyambutnya'" Matius 256. Kilat dari Timur telah bersaksi tentang Tuhan Yang Mahakuasa sejak tahun 1991, sampai sekarang pada tahun 2021, dan selama 30 tahun ini, mereka telah mengalami penindasan, penangkapan, dan penganiayaan secara gila-gilaan oleh PKT. PKT bahkan telah menggunakan mesin propaganda nasionalnya, menyebarkan nama "Tuhan Yang Mahakuasa" yang diberitakan Kilat dari Timur ke seluruh dunia, menjadikannya terkenal sehingga semua orang familier dengannya. Ini menggenapi nubuat Tuhan Yesus "Karena sama seperti kilat yang memancar dari satu bagian di bawah langit, bersinar sampai ke bagian lain di bawah langit; demikian juga Anak Manusia saat hari kedatangan-Nya tiba. Tetapi pertama-tama Dia harus mengalami berbagai penderitaan dan ditolak oleh generasi ini" Lukas 1724-25. Setelah Kilat dari Timur memberikan kesaksian tentang Tuhan Yang Mahakuasa selama bertahun-tahun, orang-orang dari semua denominasi yang mencintai kebenaran membaca firman Tuhan Yang Mahakuasa dan mengenalinya sebagai kebenaran, sebagai perkataan Roh Kudus kepada gereja-gereja. Mereka mendengar suara Tuhan, dan dengan sukacita menerima Tuhan Yang Mahakuasa. Mereka adalah gadis bijaksana yang telah diangkat ke hadapan takhta Tuhan dan sedang menghadiri perjamuan Tuhan. Bahkan ada banyak orang yang dahulu menghakimi dan mengutuk Tuhan Yang Mahakuasa, yang kemudian membaca firman-Nya dan akhirnya mendengar suara Tuhan dan datang ke hadapan Tuhan. Mereka kemudian diliputi rasa penyesalan karena telah menentang dan mengutuk Tuhan Yang Mahakuasa. Gadis bijaksana yang menghadiri perjamuan kawin Anak Domba ini sedang bersaksi bahwa Tuhan Yang Mahakuasa adalah penampakan, kedatangan Anak manusia pada akhir zaman. Namun, mereka yang berpegang teguh pada Kitab Suci secara harfiah, yang menolak untuk menerima selain Tuhan yang datang di atas awan adalah gadis bodoh yang jatuh ke dalam bencana. Mereka hanya bisa menanti untuk melihat Tuhan Yesus menampakkan diri di atas awan setelah malapetaka besar. Alasan utama orang-orang ini tidak mau menyambut Tuhan adalah mereka hanya memercayai nubuat Alkitab dari manusia, tetapi tidak memercayai nubuat dari mulut Tuhan Yesus sendiri. Mereka hanya mau menerima Tuhan datang di atas awan, tetapi menolak kenyataan bahwa Tuhan dalam daging menampakkan diri dan bekerja sebagai Anak Manusia. Mereka sangat tersesat dan bodoh! Tuhan menyebut "Anak Manusia" berkali-kali ketika berbicara tentang kedatangan-Nya, tetapi begitu banyak pendeta dan sarjana Alkitab yang "cerdas" dan "bijaksana" telah mengacaukan gagasan tentang Anak Manusia, melakukan kesalahan yang menyedihkan. Mereka adalah korban dari kecerdasan mereka sendiri! Tuhan Yang Mahakuasa telah mengungkapkan begitu banyak kebenaran, tetapi mereka tetap menolak untuk melihat Dia sebagai Anak manusia. Bukankah itu adalah kebutaan? Jika Dia bukan Tuhan yang berinkarnasi, bagaimana mungkin Dia mengungkapkan begitu banyak kebenaran? Mereka masih berpegang teguh pada gagasan bahwa mereka hanya dapat menerima Tuhan Yesus yang turun di atas awan, dan itulah sebabnya mereka kehilangan kesempatan untuk diangkat, justru jatuh ke dalam bencana. Itu akan menjadi penyesalan abadi. Kita semua bisa memahami bahwa Tuhan telah datang kembali sebagai Anak manusia yang berinkarnasi untuk bekerja. Ini fakta tak terbantahkan yang tidak dapat disangkal oleh siapa pun. Namun, banyak orang yang bertanya tentang "Lihatlah, Dia datang dengan awan-awan" dalam Wahyu 17, berpikir itu berarti Tuhan akan turun di atas awan. Dan bukankah mengatakan Dia akan datang dengan awan-awan, dan mengatakan Dia akan datang sebagai Anak Manusia adalah bertentangan? Kelihatannya mungkin seperti itu, tetapi sebenarnya tidak ada pertentangan di sini. Itu hanyalah tantangan bagi pemahaman manusia. Setiap nubuat Alkitab pasti akan digenapi, tetapi ada proses tertentu, dan ada langkah-langkahnya. Juga ada urutan bagi penampakan Anak Manusia dan kedatangan Tuhan di atas awan. Tuhan terlebih dahulu berinkarnasi dan datang secara rahasia untuk bekerja, dan kemudian Dia secara terbuka menampakkan diri di atas awan. Mengapa itu terjadi dalam dua langkah? Apa yang terjadi sementara itu? Ada misteri di dalamnya. Mari kita terlebih dahulu melihat apa yang dinubuatkan Tuhan Yesus. Tuhan Yesus berfirman "Ada banyak hal lain yang bisa Kukatakan kepadamu, tetapi engkau tidak bisa menerima semuanya itu saat ini. Namun, ketika Dia, Roh Kebenaran itu, datang, Dia akan menuntun engkau sekalian ke dalam seluruh kebenaran" Yohanes 1612-13. "Sucikanlah mereka dengan kebenaran-Mu firman-Mu adalah kebenaran" Yohanes 1717. "Dan kalau ada orang yang mendengar perkataan-Ku, dan tidak percaya, Aku tidak menghakiminya karena Aku datang bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkan dunia. Dia yang menolak Aku dan tidak menerima firman-Ku, sudah ada yang menghakiminya firman yang Aku nyatakan, itulah yang akan menghakiminya di akhir zaman" Yohanes 1247-48. "Karena Bapa tidak menghakimi siapa pun, tetapi telah menyerahkan seluruh penghakiman itu kepada Anak. ... Dan Dia juga sudah memberikan kepada-Nya otoritas untuk mengadakan penghakiman, karena Dia adalah Anak Manusia" Yohanes 522, 27. Dan "Karena waktunya akan datang penghakiman harus dimulai di rumah Tuhan" 1 Petrus 417. Nubuat Tuhan Yesus telah digenapi seluruhnya. Anak Manusia telah datang secara diam-diam ketika umat manusia sama sekali tidak menduganya dan telah mengungkapkan begitu banyak kebenaran, melakukan pekerjaan penghakiman pada akhir zaman. Dia adalah Roh kebenaran yang membimbing umat pilihan Tuhan ke dalam seluruh kebenaran dan telah membentuk sekelompok pemenang sebelum bencana. Injil Kerajaan Tuhan Yang Mahakuasa juga telah menyebar ke semua negara di dunia. Ini memperlihatkan bahwa Tuhan Yang Mahakuasa telah mengalahkan Iblis dan memperoleh segala kemuliaan. Sekarang setelah malapetaka besar dimulai, Tuhan telah membentuk sekelompok pemenang dan pekerjaan besar-Nya sedang diselesaikan. Setelah bencana, Tuhan akan secara terbuka menampakkan diri di atas awan kepada semua manusia dan semua bangsa. Pada saat itu, nubuat tentang kedatangan Anak Manusia dan kedatangan Tuhan di atas awan akan digenapi sepenuhnya. Sejak Tuhan Yang Mahakuasa menampakkan diri dan memulai penghakiman-Nya yang dimulai di rumah Tuhan, mereka yang telah menerima Tuhan Yang Mahakuasa makan dan minum firman Tuhan setiap hari, dan dengan menerima penghakiman dan pentahiran Tuhan, mereka secara berangsur melepaskan diri dari dosa dan kekuatan Iblis. Tuhan telah menjadikan mereka pemenang sebelum bencana, dan mereka adalah buah sulung. Ini sepenuhnya menggenapi nubuat kitab Wahyu "Lihatlah, Aku berdiri di pintu dan mengetuk kalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membuka pintu itu, Aku akan datang masuk kepadanya, dan bersantap dengannya, dia bersama-Ku" Wahyu 320. "Mereka ditebus dari antara manusia, sebagai buah sulung bagi Tuhan dan Anak Domba" Wahyu 144. Sudah tiga dekade penuh sejak Tuhan Yang Mahakuasa datang secara diam-diam untuk melakukan pekerjaan penghakiman-Nya pada akhir zaman. Dia mengungkapkan begitu banyak kebenaran, mengungkapkan semua misteri Alkitab dan rencana pengelolaan tahun Tuhan. Dia berfirman begitu banyak untuk menghakimi dan menyingkapkan esensi manusia yang rusak, dan firman ini adalah jalan kebenaran yang memampukan kita untuk menyingkirkan dosa dan kekuatan Iblis, dan diselamatkan sepenuhnya. Umat pilihan Tuhan yang dihakimi, dihajar, dipangkas, ditangani, diuji, dan dimurnikan oleh Tuhan Yang Mahakuasa, melihat dengan jelas kerusakan mereka sendiri, merasa malu tanpa tempat untuk bersembunyi, dan sujud di hadapan Tuhan, penuh penyesalan, membenci diri mereka sendiri. Mereka juga melihat bahwa watak benar Tuhan tidak akan menoleransi pelanggaran dan membangun rasa hormat kepada Tuhan, secara berangsur mulai takut akan Tuhan dan menjauhi kejahatan, sungguh bertobat dan berubah. Tuhan Yang Mahakuasa telah membentuk sekelompok pemenang sebelum bencana, mendapatkan buah sulung. Kesaksian para pemenang ini telah dibuat menjadi video dan film yang tersedia secara online, yang benar-benar meyakinkan bagi semua orang yang menontonnya. Sangat jelas bahwa ini adalah penampakan dan pekerjaan Tuhan pada akhir zaman! Tuhan Yang Mahakuasa telah mengungkapkan begitu banyak kebenaran dan melakukan pekerjaan yang begitu besar, tidak hanya mengguncangkan seluruh dunia, tetapi seluruh alam semesta. Tuhan Yang Mahakuasa telah mengubah dunia, mengakhiri zaman lama, memulai zaman baru. Zaman Kerajaan telah dimulai. Ini membuktikan bahwa Tuhan Yang Mahakuasa adalah penampakan Anak Manusia, Tuhan Yesus yang datang kembali. Juruselamat kita telah menampakkan diri dan sedang bekerja! Pekerjaan penghakiman yang dimulai di rumah Tuhan pada dasarnya telah berakhir dan dengan itu, malapetaka besar telah turun. Dapat dikatakan bahwa bencana telah dimulai dan bencana itu akan makin besar. Semua pelaku kejahatan dan kekuatan jahat yang menentang Tuhan akan dihukum dan dimusnahkan dalam bencana, sedangkan mereka yang ditahirkan melalui penghakiman dan hajaran Tuhan pada akhir zaman akan dilindungi dan dijaga oleh Tuhan melewati bencana. Ketika bencana berakhir, dunia Iblis yang jahat ini akan dimusnahkan, dan kemudian Tuhan akan menampakkan diri kepada semua orang secara terbuka di atas awan. Ini akan menjadi penggenapan nubuat dalam Wahyu 17 "Lihatlah, Dia datang dengan awan-awan; dan setiap mata akan melihat-Nya, juga mereka yang menikam Dia dan semua orang di bumi akan meratap karena Dia." Mengapa semua orang akan meratap? Karena Tuhan Yang Mahakuasa telah mengungkapkan begitu banyak kebenaran dan melakukan pekerjaan yang begitu besar, dan bukan saja mereka menolak untuk menyelidikinya, tetapi mereka mengutuk, menghakimi, dan menghujat Dia bersama dengan kekuatan antikristus dunia keagamaan. Mereka telah menyinggung watak Tuhan dan telah jatuh ke dalam bencana. Mereka akhirnya akan menyesal, meratap, dan menggertakkan gigi mereka, yang akan menjadi penggenapan nubuatan kitab Wahyu yang menyedihkan bahwa "dan semua orang di bumi akan meratap karena Dia." Mereka yang telah ditahirkan dan disempurnakan dengan menerima penghakiman dan hajaran Tuhan Yang Mahakuasa akan melihat Tuhan menampakkan diri secara terbuka dan akan menari dengan sukacita yang tak tertahankan, memuji kemahakuasaan, hikmat, dan keadilan Tuhan. Sebagaimana Tuhan Yang Mahakuasa berfirman "Belas kasihan-Ku Kuungkapkan kepada orang-orang yang mengasihi Aku dan menyangkal dirinya sendiri. Sementara itu, hukuman menimpa orang-orang jahat, yang justru merupakan bukti dari watak-Ku yang benar dan bahkan lebih dari itu, merupakan kesaksian akan murka-Ku. Ketika bencana datang, semua orang yang menentang Aku akan menangis saat mereka menjadi korban kelaparan dan wabah. Mereka yang telah melakukan segala macam kejahatan, tetapi telah mengikuti Aku selama bertahun-tahun, tidak akan luput membayar dosa-dosa mereka; mereka juga akan dilemparkan ke dalam bencana, seperti yang jarang terlihat selama jutaan tahun, dan mereka akan hidup dalam keadaan panik dan ketakutan terus-menerus. Dan, para pengikut-Ku, yang telah menunjukkan kesetiaan kepada-Ku, akan bersukacita dan mengelu-elukan keperkasaan-Ku. Mereka akan mengalami kepuasan yang tak terlukiskan dan hidup di tengah sukacita seperti yang belum pernah Kuanugerahkan sebelumnya kepada umat manusia. Karena Aku menghargai perbuatan baik manusia dan membenci perbuatan jahat mereka. Sejak pertama kali Aku mulai memimpin umat manusia, Aku telah sangat berharap untuk mendapatkan sekelompok orang yang sepikiran dengan-Ku. Sementara itu, mereka yang tidak sepikiran dengan-Ku, tidak akan pernah Kulupakan; Aku selalu membenci mereka dalam hati-Ku, menunggu kesempatan untuk memberi pembalasan kepada mereka, yang akan membuat-Ku senang melihatnya. Sekarang, hari-Ku akhirnya tiba, dan Aku tidak perlu lagi menunggu" "Persiapkan Perbuatan Baik yang Cukup demi Tempat Tujuanmu" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia". Tuhan Yang Mahakuasa mengungkapkan kebenaran untuk pekerjaan penghakiman-Nya pada akhir zaman untuk mentahirkan dan menyelamatkan umat manusia sepenuhnya. Inilah satu-satunya kesempatan umat manusia untuk diselamatkan dan masuk ke dalam kerajaan Tuhan, dan kesempatan sekali seumur hidup. Malapetaka besar sedang dimulai. Mereka yang sadar dan dengan segera menyelidiki pekerjaan Tuhan Yang Mahakuasa akan tepat waktu, karena Tuhan Yang Mahakuasa berfirman, "Ketika Aku menghajar orang banyak itu, mereka yang berada di dunia agamawi, dalam tingkat yang beragam, akan kembali ke kerajaan-Ku, ditaklukkan oleh pekerjaan-Ku, karena mereka akan melihat kedatangan Yang Mahakudus yang berada di atas awan putih" "Bab 26, Firman Tuhan kepada Seluruh Alam Semesta" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia". Kita bisa memahami bahwa ada orang-orang yang akan mendengar suara Tuhan dan melihat perbuatan-Nya, datang ke hadapan Tuhan, dan memperoleh keselamatan-Nya di tengah bencana. Yaitu diangkat dalam bencana dan itu adalah kesempatan terakhir mereka, dan juga belas kasihan Tuhan yang besar bagi umat manusia. Orang cerdas akan tahu pilihan apa yang harus diambil. Mereka yang menantikan kedatangan Tuhan di atas awan dengan penuh harap akan memiliki kesudahan yang jelas. Mari kita lihat satu bagian terakhir firman Tuhan Yang Mahakuasa hari ini. "Banyak orang mungkin tidak peduli dengan apa yang Aku katakan, tetapi Aku tetap ingin memberi tahu setiap orang yang disebut orang kudus yang mengikuti Yesus bahwa, ketika engkau melihat Yesus turun dari surga di atas awan putih dengan matamu sendiri, itu akan menjadi penampakan terbuka dari Sang Matahari Kebenaran. Barangkali itu akan menjadi saat yang sangat menyenangkan bagimu, tetapi ketahuilah bahwa saat engkau menyaksikan Yesus turun dari surga, saat itu jugalah engkau turun ke neraka untuk dihukum. Itu akan menjadi saat berakhirnya rencana pengelolaan Tuhan dan menjadi saat ketika Tuhan memberi upah kepada yang baik dan menghukum yang jahat. Karena penghakiman Tuhan sudah akan berakhir sebelum manusia melihat tanda-tanda, pada saat hanya ada pengungkapan kebenaran. Mereka yang menerima kebenaran dan tidak mencari tanda-tanda, sehingga mereka disucikan, akan kembali ke hadapan takhta Tuhan dan masuk ke dalam pelukan Sang Pencipta. Hanya mereka yang bersikeras percaya bahwa 'Yesus yang tidak datang kembali di atas awan putih adalah Kristus palsu' akan menerima hukuman abadi, karena mereka hanya percaya kepada Yesus yang menunjukkan tanda-tanda, tetapi tidak mengakui Yesus yang menyatakan penghakiman yang berat dan menunjukkan jalan sejati dan kehidupan. Jadi, hanya dengan cara itulah Yesus membereskan mereka pada saat Dia secara terbuka datang kembali di atas awan putih. Mereka terlalu keras kepala, terlalu percaya diri, terlalu congkak. Bagaimana mungkin orang-orang yang tidak berakhlak itu bisa diberi upah oleh Yesus? Kedatangan Yesus kembali adalah keselamatan besar bagi orang-orang yang mampu menerima kebenaran, tetapi bagi mereka yang tidak dapat menerima kebenaran, itu adalah tanda penghukuman. Engkau sekalian harus memilih jalanmu sendiri dan jangan menghujat Roh Kudus dan menolak kebenaran. Jangan menjadi orang yang bebal dan congkak, tetapi jadilah orang yang menaati tuntunan Roh Kudus, yang merindukan dan mencari kebenaran; hanya dengan cara inilah engkau sekalian akan mendapatkan manfaat" "Pada Saat Engkau Melihat Tubuh Rohani Yesus, Tuhan Sudah Menciptakan Langit dan Bumi yang Baru" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia". By Li XunAku membuka buku itu dan tanpa sengaja melihat sebuah perikop “Semua orang yang diselamatkan oleh kasih karunia Yesus Kristus selama Zaman Kasih Karunia menanti-nantikan datangnya hari kesukaan di akhir zaman, saat Yesus sang Juruselamat datang di atas awan putih dan menampakkan diri di antara manusia. Tentu saja, ini juga keinginan semua orang yang menerima nama Yesus sang Juruselamat saat ini. Di seluruh alam semesta, semua orang yang mengenal keselamatan dari Yesus sang Juruselamat sangat mendambakan kedatangan Yesus Kristus yang tiba-tiba, untuk menggenapi firman-Nya ketika berada di bumi Aku akan datang dengan cara yang sama seperti Aku pergi.’ Manusia percaya bahwa setelah penyaliban dan kebangkitan, Yesus kembali ke surga di atas awan putih, lalu mengambil tempat-Nya di sebelah kanan Yang Mahatinggi. Manusia beranggapan bahwa dengan cara yang sama, Yesus akan turun, sekali lagi di atas awan putih awan ini mengacu pada awan yang dinaiki Yesus waktu Ia kembali ke Surga, ke antara orang-orang yang sangat mendambakan-Nya selama ribuan tahun, dan bahwa Ia akan mengambil rupa orang Yahudi dan mengenakan pakaian mereka. Setelah menampakkan diri kepada manusia, Ia akan mengaruniakan makanan kepada mereka, dan membuat aliran-aliran air hidup menyembur bagi mereka, dan akan hidup di antara manusia, penuh kasih karunia dan kasih, hidup dan nyata. Demikian seterusnya. Namun, Yesus sang Juruselamat tidak melakukan hal ini; Ia melakukan hal yang bertentangan dengan pemahaman manusia. Ia tidak datang ke antara orang-orang yang mendambakan kedatangan-Nya kembali, dan tidak menampakkan diri kepada semua manusia sembari mengendarai awan putih. Ia sudah datang, tetapi manusia tidak mengenali-Nya, dan tetap mengabaikan kedatangan-Nya. Manusia hanya menantikan-Nya tanpa tujuan ….” Setelah membacanya, perikop ini benar-benar menyentuh hatiku. Aku merasakan kata-kata ini semuanya menusukku sampai ke inti keberadaanku. Selama bertahun-tahun dalam imanku kepada Tuhan, aku telah menanti dan merindukan Tuhan datang kembali seperti ini. Aku juga merasakan firman ini yang dapat mengungkapkan situasi manusiawi kita dalam menantikan kedatangan Tuhan bukanlah kata-kata yang bisa dipikirkan oleh siapa saja. Jadi aku berpikir, “Mungkinkah Tuhan benar-benar sudah datang kembali? Mungkinkah Dia telah menyatakan firman dan melakukan satu tahap penghakiman?” Tetapi kemudian aku ingat bahwa Alkitab dengan jelas mengatakan bahwa Tuhan akan datang dengan awan-awan. Jadi aku tetap merasa bingung tentang hal hari kemudian Saudari Huang datang lagi, dengan didampingi oleh Saudari Tang. Mereka bertanya padaku dengan khawatir “Saudari Li, apakah kamu sudah membaca buku itu?” Aku menjawab “Ya, sudah. Tetapi aku masih merasa bingung. Kamu mengatakan Tuhan telah datang kembali. Tetapi Alkitab dengan jelas menyatakan bahwa Tuhan akan datang dengan awan-awan, bagaimana kamu menjelaskan hal itu?” Saudari Huang menjelaskan padaku dalam persekutuan “Ketika menyangkut masalah kedatangan Tuhan kembali di atas awan, kita tidak dapat mengandalkan gagasan kita untuk menafsirkannya. Sebenarnya, ada misteri yang mendalam dalam hal ini. Marilah kita membaca satu bagian dari firman Tuhan. Tuhan berkata Yesus berkata bahwa Dia akan datang sebagaimana Dia telah pergi, tetapi apakah engkau tahu betul makna perkataan-Nya yang sesungguhnya? Mungkinkah Dia telah mengatakan maknanya kepada kelompokmu ini? Engkau memang tahu bahwa Dia akan datang sebagaimana Dia telah pergi, yakni menaiki suatu awan, tetapi apakah engkau tahu persis bagaimana Tuhan itu sendiri melakukan pekerjaan-Nya? Jika engkau betul-betul dapat mengerti, bagaimana perkataan Yesus dijelaskan? Dia berkata Kapan Anak Manusia datang pada akhir zaman, Dia sendiri tidak tahu, para malaikat tidak tahu, para utusan di surga tidak tahu, apalagi manusia. Hanya Bapa sendiri, yaitu, hanya Roh yang tahu. Bahkan Anak Manusia sendiri pun tidak mengetahuinya, tetapi engkau malah dapat melihat dan mengetahuinya? Jika engkau mampu mengetahui dan melihat dengan matamu sendiri, bukankah sia-sia saja ucapan tersebut?’”Setelah selesai membaca, dia melanjutkan dengan mengatakan “Dari firman ini kita dapat melihat bahwa semua firman Tuhan adalah misteri, sehingga kita tidak dapat menjelaskan dan menetapkan cara bagi Tuhan untuk datang kembali hanya berdasarkan makna harfiahnya. Jika firman digenapi sesuai dengan makna harfiahnya, bukankah banyak firman lain yang diucapkan oleh Tuhan akan sia-sia? Faktanya, ada banyak nubuat dalam Alkitab tentang kedatangan Tuhan. Jika kita hanya berpegang pada nubuat bahwa Tuhan akan turun dengan awan-awan tetapi tidak mencari dan menyelidiki nubuat lain yang diucapkan oleh Tuhan, ini akan memudahkan kita memiliki pemahaman sepihak. Orang-orang yang cermat dapat menemukan bahwa sebenarnya bukan hanya nubuat turun dengan awan-awan’ yang ada di dalam Alkitab. Ada juga banyak nubuat seperti itu bahwa Tuhan akan datang bagaikan pencuri dan turun secara diam-diam. Misalnya, Wahyu 1615, “Lihatlah, Aku datang bagaikan pencuri.” Matius 256, “Dan di saat tengah malam ada suara seruan terdengar, Lihatlah, Mempelai laki-laki itu datang; keluarlah dan jumpai Dia.” Wahyu 320, “Lihatlah, Aku berdiri di pintu dan mengetuk kalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membuka pintu itu, Aku akan datang masuk kepadanya, dan bersantap dengannya, dia bersama-Ku.” Semua nubuat ini menyebut Tuhan menjadi daging sebagai Anak Manusia dan turun secara diam-diam. “bagaikan pencuri” berarti datang dengan tenang, secara diam-diam. Sama seperti ketika Tuhan Yesus menampakkan diri dan melakukan pekerjaan-Nya selama inkarnasi-Nya sebagai Anak Manusia, secara lahiriah, Tuhan Yesus hanyalah Anak Manusia biasa dan tidak seorang pun tahu Dia adalah Tuhan, itulah sebabnya Tuhan Yesus menggunakan “bagaikan pencuri” sebagai analogi untuk penampakan dan pekerjaan Anak Manusia. Mereka yang tidak mencintai kebenaran, tidak peduli bagaimana Tuhan dalam daging berbicara atau bekerja, atau berapa banyak kebenaran yang Dia ungkapkan, mereka tidak menerima Dia. Sebaliknya, mereka memperlakukan Tuhan dalam daging sebagai orang biasa dan mengutuk serta meninggalkan-Nya. Itulah sebabnya Tuhan Yesus bernubuat “Karena sama seperti kilat yang memancar dari satu bagian di bawah langit, bersinar sampai ke bagian lain di bawah langit; demikian juga Anak Manusia saat hari kedatangan-Nya tiba. Tetapi pertama-tama Dia harus mengalami berbagai penderitaan dan ditolak oleh generasi ini” Lukas 1724–25. Kita tahu bahwa Tuhan itu setia, jadi firman-Nya pasti akan tergenapi. Jika kita selalu berpegang pada nubuat bahwa Tuhan akan turun di atas awan, lalu bagaimana firman Tuhan ini akan digenapi?”Setelah itu, Saudari Tang menambahkan “Ya, Saudari Li, sekarang Tuhan telah berinkarnasi dan diam-diam turun di antara kita. Dia mengungkapkan kebenaran dan melaksanakan pekerjaan penghakiman yang dimulai dari rumah Tuhan. Semua orang, yang menerima pekerjaan penghakiman dan hajaran Tuhan pada akhir zaman, yang watak rusaknya disucikan, dan yang mencapai transformasi dalam watak hidup mereka, adalah kelompok pemenang yang dijadikan oleh Tuhan sebelum bencana. Setelah Tuhan menjadikan para pemenang ini, pekerjaan besar-Nya akan lengkap. Baru setelah itulah Tuhan akan muncul secara terbuka di hadapan semua orang. Yaitu, pertama-tama Tuhan menjadi manusia dan diam-diam turun di antara kita untuk melakukan pekerjaan-Nya, dan setelah menyelesaikan pekerjaan-Nya untuk menyelamatkan umat manusia, Dia akan secara terbuka turun untuk menampakkan diri kepada seluruh negara dan bangsa, dan memperkenankan mereka untuk melihat-Nya. Tetapi tidak peduli bagaimana Tuhan datang, hikmat-Nya terdapat di dalamnya. Kita hanyalah manusia yang rusak, sehingga kita tidak dapat mengandalkan gagasan kita dengan menegaskan bahwa Tuhan pasti akan datang dengan awan-awan ketika Dia datang kembali. Kalau tidak, ini akan memudahkan kita untuk kehilangan keselamatan Tuhan di akhir zaman. Tuhan Yang Mahakuasa berfirman Saat engkau menyaksikan Yesus turun dari surga, saat itulah engkau turun ke neraka untuk dihukum. Itulah tanda berakhirnya rencana pengelolaan Tuhan, dan saatnya Tuhan memberi upah kepada orang baik dan menghukum yang jahat. Penghakiman Tuhan akan berakhir sebelum manusia melihat tanda-tanda, ketika hanya ada pengungkapan kebenaran. Mereka yang menerima kebenaran dan tidak mencari tanda-tanda, sehingga mereka disucikan, akan kembali ke hadapan takhta Tuhan dan masuk ke dalam pelukan Sang Pencipta. Hanya mereka yang bersikeras percaya bahwa “Yesus yang tidak datang kembali di atas awan putih adalah Kristus palsu” akan menerima hukuman abadi, karena mereka hanya percaya kepada Yesus yang menunjukkan tanda-tanda, tetapi tidak mengakui Yesus yang mengumumkan penghakiman yang berat dan menunjukkan jalan kehidupan yang sebenarnya. Jadi, hanya dengan cara itulah Yesus menangani mereka pada saat Ia secara terbuka datang kembali di atas awan putih.’ Dari firman Tuhan kita melihat bahwa ketika kita melihat Tuhan menampakkan diri kepada segenap umat manusia di depan banyak orang, pekerjaan-Nya akan berakhir. Mereka yang menerima pekerjaan Tuhan di akhir zaman semuanya datang kembali di hadapan Tuhan, sementara mereka yang menolak dan mengutuk Tuhan akan menerima hukuman yang setimpal. Saat itu, nubuat dalam Kitab Wahyu akan benar-benar digenapi Lihatlah, Dia datang dengan awan-awan; dan setiap mata akan melihat-Nya, juga mereka yang menikam Dia dan semua orang di bumi akan meratap karena Dia’ Wahyu 17. Ketika Tuhan menampakkan diri secara terbuka, mereka yang menolak untuk menerima pekerjaan Tuhan pada akhir zaman dan menentang Tuhan akan tertegun, sebab mereka akan melihat bahwa Tuhan Yang Mahakuasa yang mereka tolak justru adalah Tuhan Yesus yang datang kembali. Dengan demikian, bagaimana mungkin mereka tidak menangis dan menggertakkan gigi mereka? Saudari, apakah kamu dapat menerima persekutuan ini?”Saat itu, aku merasa sedih dan menyesal. Jadi aku menjawab, merasa sedikit malu, “Kamu bicara dengan sangat jelas. Aku bisa menerimanya. Baru sekarang aku memahami bahwa ketika Tuhan datang kembali, pertama-tama Dia akan berinkarnasi sebagai Anak Manusia dan turun secara diam-diam di antara manusia untuk melakukan pekerjaan menghakimi dan mentahirkan manusia. Dan setelah menjadikan sekelompok pemenang, Tuhan akan secara terbuka menampakkan diri di hadapan semua orang. Itulah waktu ketika Tuhan menghukum semua orang yang menolak pekerjaan-Nya. Aku terlalu bebal. Dengan keras kepala aku berpegang teguh pada pemahamanku sendiri dan menegaskan bahwa Yesus akan turun ke atas awan putih, jadi aku tidak menerima Dia yang tidak datang dengan cara ini. Karenanya, aku menutup pintu bagi Tuhan Yesus yang telah datang dan hampir kehilangan keselamatan Tuhan di akhir zaman.”Setelah itu, mereka menyampaikan padaku tentang tiga tahap pekerjaan Tuhan, inkarnasi, misteri nama Tuhan dan aspek-aspek kebenaran lainnya. Dan mereka banyak membaca firman Tuhan Yang Mahakuasa, yang memecahkan banyak masalah dan kesulitanku. Setelah masa penyelidikan dan pencarian, aku memahami banyak kebenaran yang belum pernah kudengar sebelumnya di gerejaku; kondisiku makin lama makin baik, serta damai sejahtera dan sukacita memenuhi hatiku. Jadi aku menjadi yakin bahwa Tuhan Yang Mahakuasa adalah Tuhan Yesus yang datang ini ketika Tuhan mengetuk pintuku melalui saudara-saudari yang memberitakan Injil padaku dari waktu ke waktu, dengan keras kepala aku berpegang teguh pada gagasanku dan menolak mereka berulang kali. Hatiku benar-benar terlalu kaku! Memikirkan hal ini, aku sungguh-sungguh bertobat dalam hatiku dan tidak tahan untuk berlutut dan berdoa di hadapan Tuhan, “Ya Tuhan! Aku mengandalkan gagasan dan imajinasiku sendiri dalam menafsirkan kedatanganmu tetapi tidak mencari kebenaran. Aku benar-benar terlalu sombong. Namun Engkau tidak meninggalkan aku. Setelah sembilan tahun, Engkau membangkitkan hatiku melalui saudari yang memberitakan Injil padaku. Ya Tuhan, aku hanya ingin menghabiskan sisa hidupku untuk membalas kembali kasih-Mu padaku.”Tamat.

dia datang diatas awan